Selasa, 09 Oktober 2018

Arena pertandingan menjadi arena perlawanan

Sungguh heran.., menjadikan idol yang dinisbatkan untuk sesuatu yang kita anggap sebagai bagian dari ketauhidan, sedangkan jika kita cermati lebih jauh maka sang idol ini malah justru melanggar aturan-aturan dalam syariat, ya paling tidak..., tidak bisa menjadi acuan dalam perlambangan ketaatan pada syariat yang puncaknya adalah keshalehan dan kegigihan dalam ketauhidan.., jika maksudnya peng-idol-an ini ingin menunjukan sebagai sosok yang bisa mewakili sebuah keshalehan pembelaan terhadap ketauhidan..., sesuatu yang penuh kemuliaan.

Olahraga adalah kegiatan yang sangat baik dalam rangka pemeliharaan jasmani, kebugaran tubuh, dan memang kita wajib menjaga kebugaran tubuh karena selain itu adalah bentuk kesyukuran kita atas nikmat Allah Ta'ala yang seharusnya kita syukuri dan harus kita jaga, akan tetapi kebugaran juga merupakan modal dalam aktifitas beribadah, maka me-maintain kebugaran adalah salah satu cara memaksimalkan peribadahan kepada Allah Ta'ala.., sang pencipta kita.., jika tubuh bugar tentu lebih mudah untuk beribadah dibanding jika tubuh menderita sakit atau kurang bugar, namun demikian karena saat ini yang kita bahas ini terkait dengan pengidolaan seseorang dan ternisbat dalam aspek ketauhidan mau tidak mau kita harus tilik dan timbang dengan aturan syariat, yang kriteria baik dan tidak baiknya berdasar hukum-hukum syariat, maka dalam konteks pembahasan tentang idola yang olahragawan ini dan jika kita gandengkan dengan syariat maka tidak semua olahraga itu baik dalam pandangan syariat..

Dari kerangka dan pijakan itu olahraga kemudian menjadi baik dan buruk bukan hanya tentang fair play, keluar keringat banyak, menyehatkan, bisa membentuk otot dan kriteria umum kiadah olahraga lainya, namun baik dan tidak baik harus berdasar apa kata syariat.., dari sini lah sudut pandang kita arahkan ..

Dalam literatur tekstual syariat.., olahraga menunggang kuda, renang, memanah adalah contoh yang diterangkan secara tekstual sebagai bidang olah raga yang baik.., ada contoh dalam periwayatan hadistnya..., dalam riwayat lain olahraga lari juga pernah dilakukan Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, yaitu ketika Rasulullah mengajak Aisyah r.a, istri Beliau, dalam permainan lomba lari, tentu saja cakupan olahraga apa saja yang dibolehkan bukan hanya sempit sesuai apa yang tertulis secara tekstual tersebut namun para ulama tentu telah meng-qiyas menarik sebuah hukum tentang olahraga apa saja yang baik apa yang tidak baik, tentu dengan keluasan ilmu para ulama kita, saya menyebut "para" maksud saya adalah bukan hanya satu orang akan tetapi ijma' ulama, dan para ulama itu adalah yang benar-benar ulama, ulama yang penuh ke-wara'-an dan ke-tawadhu'-an

Lalu sekarang ini sedang viral ada idola baru.., yaitu seorang petinju bebas..., nama beliau Khabib yang sering disebut-sebut para pengagumnya.., saya tidak mengetahui nama panjangnya, hanya mengetahui sejauh yang saya dengar saja..., beliau dielu-elukan dan dianggap mewakili seorang pembela ketauhidan dalam sebuah pertandingan tinju bebas, karena bukan hanya berhasil menang diatas ring membrangus lawan tandingnya dengan penuh heroik yang menjadi sebuah klimaks karena sejak sesi konferensi press pra pertandingan sang lawan tanding yaitu McGregor melecehkan sisi religinya yaitu dengan menawarkan minuman keras dan bahkan terlihat dalam video penuh dengan kearoganan dan terlihat brangasan serta mengumbar kata-kata provokasi yang menyentuh sisi sensitif yaitu tentang agama, seperti kita ketahui minuman keras adalah sesuatu yang haram, dan dalam video tersebut Khabib terlihat menolaknya dengan tetap kalem.

Lalu bagaimana mengkompromikan dua hal yang sungguh sulit untuk kita sikapi, eh saya sikapi maksudnya.., sedangkan pertandingan tinju bebas itu menurut ulama dalam pandangan syariat bukan olah raga yang "baik", karena disitu ada kekerasan dan menyakiti lawan..., tentu saja ini menjauhi nilai-nilai keramahan dan kasih sayang yang diusung oleh disiplin agama, bahkan oleh agama apapun pasti menganulir apapun yang bersifat kekerasan dan menyakiti.

Kemudian dari sisi penampilan beliau sang idol ini pun juga tidak kalah menarik untuk dicermati, sang petinju dalam laganya diatas ring dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana pendek yang jelas tidak menutup batasan aurat seorang pria.., juga cukuran rambutnya yang tipis dibagian tertentu dan disisakan agak panjang dibagian atasnya, dalam istilah syariat disebut model Qaza'.., sedangkan potong model Qaza' tersebut termasuk dilarang Rasulullah.

Kemudian hampir berbarengan waktu dari dalam negeri ada atlet judo dalam perhelatan Para Games.., wanita.., berjilbab..., kemudian ketika akan bertanding sang atlet tidak mau melepas jilbabnya.., dan akhirnya oleh panitia pertandingan didiskualifikasi.., yang menjadi pertanyaan adalah apakah antara panitia dan peserta lomba tidak ada technical meeting yang mensyaratkan ini dan ini...?? sehingga mestinya tidak terjadi ketidak sepahaman saat dilapangan pertandingan seperti ini.

Yang menjadi masalahnya lagi akhirnya dibawa dalam isue agama.., dan kalo menurut saya.., ini menurut saya lho ini.., yang hanya bisa melongo karena terbatasnya pemahaman tentang hal-hal ini.., semestinya panitia perlombaan membolehkan atlet memakai pakaian jilbab sebagai bentuk penghormatan pada ranah private dari keyakinan sang atlet.
Di lain sisi semestinya jika memang ingin menjadi seorang muslimah yang taat, tidak usahlah ikut pertandingan judo yang oleh para ulama sudah dijelaskan bahwa itu bukanlah olahraga yang masuk kriteria syar'i, kalopun berlatih olahraga judo ya berlatih saja untuk antisipasi pembelaan diri jika ada sesuatu yang mengancam keselamatanya atau kalo niatnya untuk menjaga kebugaran tubuh ya sebagai bentuk olahraga saja, tidak usah ikut kejuaraan, ya namanya kejuaraan sudah pasti ditonton khalayak umum, sedangkan seorang wanita sholeh semestinya menjaga dan membatasi dirinya dari ekspose yang mungkin menjadi sebab timbulnya fitnah bagi dirinya atau bagi orang yang melihatnya, jadi kalopun olahraga judo sebagai pilihan olahraga, ya hanya berhenti sampai disitu.., tidak usah ikut pertandingan, karena dalam pertandingan kan pasti ada konsekuensi membuka jilbab, kalopun tidak membuka jilbab pasti pakaian pertandingan pasti juga menjauhi kesyar'ian pakaian muslimah, lagipula namanya pertandingan kan bertarung menyakiti lawan.., dan menyakiti ini juga bukan dalam kondisi darurat atau perang..., tapi ini memang harus menyakiti lawan karena sebuah pertandingan, nggak bisa nggak..., lha masak bertanding judo tidak menyakiti terus gimana dong ??

Nha sekarang bagaimana mengkompromikan keshalehan seorang muslimah versus ikut pertandingan judo yang jika ditilik dari sisi syar'i sudah jelas tidak syar'i.., apalagi bagi wanita, bukankah sudah jelas mana air mana minyak..? yang jelas tidak bisa berkompromi untuk menjadi satu kan ?

Lantas bagaimana ini, apakah mungkin sebuah pelanggaran syariat bisa kita satukan dengan sebuah keshalehan, dan bahkan kita anggap sebagai pembela ketauhidan.., sedangkan para olahrawan ini yang terlajur di jadikan idol ini sebenarnya ya perlu timbang ulang jika dijadikan simbol keshalehan tercermin dari penganuliran beberapa aturan syariat ini ??

Lalu mengapa pula sesuatu yang sarat dengan pelanggaran malah dijadikan idol dalam agama..???, ah..entahlah..., barangkali memang kita masih memerlukan idol-idol, jargon-jargon dan simbol-simbol untuk menuntaskan gemuruhnya gejolak yang menggebu-gebu sebagai bentuk sarana dalam peng-aktualisasi-an rasa perlawanan dan semangat heroik yang terpendam dan perlu jalan penyaluran.., dengan tutup mata, tanpa perlu dilihat, dipantaskan dan ditimbang-timbang lagi. 

Ah.. embuhlah mumet sirahku..

Namun demikian bagi saya.., meskipun hal ini membuat kepala saya mumet,  ya saya tetap mengapresiasi beliau-beliau.., meski lantas tidak juga menjadikan mereka sebagai idol, apresiasi saya tetap akan saya tempatkan dalam porsi yang pas..
Dalam konteks keberanianya membela apa yang menjadi keyakinanya, itu sungguh baik..., tidak semua orang mampu dan berani membela keyakinanya..., lagi pula dalam membela kemuliaan sebuah keyakinan, tidak harus seorang yang terlihat alim dan agamis, siapapun boleh melakukan pembelaan sebatas kemampuanya, dan semoga dengan semangat pembelaan keyakinan itu menjadikan sebab timbulnya keinginan untuk lebih jauh mendalami tentang keyakinanya dan mengeluarkanya dari hal yang terlarang dikemudian hari, Aamiin


Minggu, 07 Oktober 2018

Adol umuk

Empuk idhum anggone muwus
Barang teles kagunem wus atus
Nyidam aleman keselak besus
Adol umuk karem apus-apus
Kasengsem empuking dhampar panguwasa
Nora noleh githok rumangsa bisa
Nggrangsang lenggah kumecer asung prentah
Driji nuding nora kepranan banjur  muring
Kumalungkung yen diduwa wusana mutung

Jumat, 28 September 2018

Label sebuah identitas

Identitas menjadi bagian naluri dasar manusia sejak manusia menyematkan ego sebagai salah satu fitur didalam jiwanya, atas penyematan itu kemudian berkonsekuensi manusia jadi membutuhkan sebuah pengakuan identitas, membutuhkan penghargaan atas dirinya, yang kemudaian menjadi label-label harga baginya, label-label itu menjadi pembeda antara individu satu dengan individu manusia yang lain..,

Tuntutan pencarian label ini menjadikan seorang individu manusia berusaha menggali, mengais-ais keunikan dirinya, potensinya, kekuatanya untuk menjadi label tersanding disamping namanya, pencarian ini jika dilakukan dengan cara positif maka sesungguhnya menjadi hal yang sangat baik sekali, merangsang setiap individu mencari jatidiri dan keunikan dirinya dengan berkarya, berkreatifitas, menajamkan sisi-sisi uniknya yang menjadikan dirinya dikenal dan dilabel dengan hasil karya dan kekuatan unik dirinya..., menjadi sebuah prestasi..

Namun ada sisi lain dari konsekuensi pencarian label harga ini, ketika manusia gagal menemukan sisi uniknya, gagal menggali potensi dirinya, namun tuntutan memiliki label identitas dalam naluri dasarnya terus mendesak lewat sisi keingiananya, maka kemudian pencarian identitasnya dengan mencari  label identitas-identitas lain dengan cara menyematkan, melabelkan diri sebagai bagian dari kelompok-kelompok sebagai label dirinya.., sesungguhnya adanya kelompok-kelompok, grup-grup atau apapun namanya itu adalah juga salah satu cara bagian dari pencarian identitas bagi jiwa..

Ketika kemudian secara sosial kelompok-kelompok itu diakui keberadaanya.., apapun bentuk pengakuanya.., inti tujuan berkelompok itu mendapat pengakuan dari individu lain atau kelompok lain.., individu yang kini telah tergabung dalam kelompok tersebut kemudian merasa telah memiliki identitas baru yang lebih membanggakan.., lebih bisa diandalkan sebagai label disamping namanya sendiri, bisa dibawa-bawa sebagai label dirinya.., maka ketika hal itu telah meresap dalam hati dan pikiranya bahwa dirinya terlabel dengan label kelompok tersebut seketika itu rasa fanatik baru saja terlahir dari rahim pikiranya.., semakin dirinya terayun oleh kebanggaan dengan label yang memabukan jiwanya itu semakin fanatik lah dia...

Dengan rasa fanatik yang kini telah menjadi bayi dalam alam pikiranya itu seluruh pembelaan akan diberikan.., porsi energi dan tenaganya jangan pernah meragukanya.., akan selalu tersedia energi dan curahan tenaga.., full.., harta dan bahkan nyawa satu-satunya bisa dia persembahkan untuk bayi kefanatikan dalam pikiranya itu.., namun yang lebih miris adalah bayi kefanatikan ini juga meminta persembahan kesehatan dan kewarasan pikiran si individu.., ini yang sering menjadi bencana karena ketika kewarasan pikiran ketika telah tertutup oleh kefanatikan maka bisa menjadi awal dari bencana kemanusiaan.., perang, pembunuhan dan kebengisan lainya terlahir dikarenakan kewarasan pikiran yang telah tergadai dimakan kefanatikan..

Sungguh sulit untuk menganalisa apa sesungguhnya alasan sehat yang bisa membenarkan kekejaman karena kefanatikan ini., dengan akal dan pikiran yang sehat bahkan meski hanya satu alasan saja kita sulit menemukanya..,  tidak ada..,

Bagaimana mungkin manusia tega mencaci, memfitnah bahkan membunuh manusia lain hanya karena alasan identitas sebuah grup sepak bola.., pilihan politik.., atau tawur antar kampung.. ???

Apakah kemudian pedihnya cacian atau hilangnya satu jiwa itu sepadan dengan label identitas yang berhasil didapat ???

Kamis, 27 September 2018

Datan serik lamun ketaman, datan susah lamun kelangan

Jlentrehe tetembungan ing dhuwur kurang luwihe ora serik, ora gething tumrap kahanan ing mangsakala nembe nemahi lelakon kang ora ngepenakake kayata nalika ketaman musibah kedadeyan kelangan bandha utawa sanak keluwarga

Para pinisepuh wis paring ujar-ujaran tembung piwulang kanggo pepeling murih isa angon obahe ati lan pikiran, aja nganti kuciwa kang keladrang-ladrang nganti tuwuh rasa nglokro nampa apa kang dadi panandhang, amarga lelakon urip ngono mung ana rong perangan, yen ora pinaringan bebungah karahajan sarwa gampang, ya mesthi pinaringan kosok balene.., pinaringan pacoban sarwa cupet, kesrimpet-srimpet susah paribasan tansah kaliput pedhut peteng, sakabehe kahanan kuwi amung mujudake pacobane urip, sejatine upama kabeh isa ditampa kanti longgaring ati lan tansah eling nglenggana yen amung saderma titah kewala, bungah lan susah ora ana bedane.., urip mung saderma nglakoni..  

Jumbuh karo pangandikane kanjeng Nabi ing salah sawijine hadits  “Mendah sarwa nggumunake kahanan wong kang ndarbeni iman, kahanan apa wae tansah katampa apik tumrap dhiri pribadhine, mligine tumrap wong kang mukmin, yen pinaringan bebungah kesaenan dheweke unjuk syukur, lan rasa syukur kuwi mau apik tumrap deweke semono uga yen pinaringan pacoban musibah kesusahan dheweke banjur sabar, lan sabar kuwi mau uga apik tumrap dhiri pribadhine” ( HR Muslin No. 2999)

Senin, 24 September 2018

Konektivitas antara demam adem panas dengan DCT..

Di grup alumni sekolah STM kami ada salah seorang yang tahun ini ikut dalam perhelatan demokrasi pileg pilpres 2019, kami semua pun sejatinya dapat dipastikan juga ikut dalam perhelatan nasional itu, tetapi ada perbedaan antara kami dan teman kami itu.., kalo kami hanya sebagai pemilih yang datang ke TPS, nha kalo teman kami itu selain sebagai pemilih juga ingin di pilih sebagai Calon Legislatif 2019.., dicobloss..

Kami semua mendukung.., memperkuat semangatnya, ikut urun rembug ikut urun sembur (baca: pertimbangan) meski tidak bisa urun uwur (materi, modal), ikut nyengkuyung apa yang menjadi hasratnya melenggang ke Senayan.., wuihh tentunya jika hal itu kelak menjadi kenyataan paling tidak kami ikut bangga..,ikut merasa hebat.. bisa cerita ke teman-teman kami dilingkungan yang bukan alumni.. "eh.. Bejo sing dadi DPR kae konco sak kelasku biyen.." tentunya saat mengatakan itu ada perasaan mongkog yang menyertainya.., ada perasaan hebat terikut didalamnya.

O..iya teman kami itu nama femes-nya (baca: Famous) Bejo.., aslinya namanya bukan Bejo.., tapi kami lebih merasa akrab, manteb dan lebih terasa intim dengan panggilan Bejo.., meski sekarang inipun sebetulnya Bejo sudah jadi wong top, dudu wong baen-baen meneh..., wong sukses tapi tetep saja kami lebih merasa intim dengan memanggilnya dengan panggilan Bejo.., yang barangkali karena sebutan itupula nasibnya menjadi selalu Bejo, bukankah nama adalah bagian dari doa.., semoga Bejo selalu dalam keadaan bejo.. (Aamiin)

Tanggal 22 September 2018 kemarin adalah hari pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) dari KPU, kami... eh saya maksudnya..., ikutan tratapan harap-harap cemas menantikan kabar masuk tidaknya Bejo dikualifikasi awal sebagai penanda sebagai peserta yang akan dicoblos pada 17 April 2019 kelak.., kalo saya saja yang hanya penggembira merasa deg-deg an apalagi Bejo, pastilah bukan deg-deg an saja tapi dapat dipastikan ada tambahan "..sir" menjadi deg-deg-sir menunggu hasil pengumuman namanya tercantum dalam daftar yang dirilis hari itu, bagaimanapun usahanya sudah pooll pooll-an untuk hal ini.., arang-arang turu.., nyengkut leh prihatin..

kemudian akhirnya kabar itu datang.., di grup alumni kami.. "Alhamdulillah namaku di DCT tidak masuk.." 

Makprepet... rasanya ada bagian dalam rongga di dada yang ikut kempes saat itu.., ada sesuatu yang tiba-tiba hilang.., entah apa namanya itu.., hanya terasa ada yang hilang, ada yang susut.., barangkali saja andai detik itu badan ini ditimbang pasti angka ditimbangan saya ikut berkurang.., bukan 73  kilo lagi.. (halahh lebay...)

Namun ada usaha menetralisir suasana dari teman kami.., Sonit., layak diapresiasi usahanya..., dengan komen  candaan ringan :

"Kurang Sajen.."

"Mbahmu kiperrrrr.." timpal Bejo kemudian

Meski telah berusaha dinetralisir tak ayal hari itu grup jadi terasa sepi.., terasa suwung.. barangkali penghuni lain dalam grup alumni kami itu juga merasakan hal yang sama.., tercermin dari ada suasana suwung hari itu.., sebagaimana suwungnya pengharapan kami memiliki teman di Senayan..

selang sehari kemudian saat nimbrung dalam obrolan di grup Bejo komen menyaut komenan Sonit..

"Lagi meriang., adem panas Nit.., Flu mata berkunang-kunang" Komenan Bejo,

"Efek nyaleg 😀.." balas Sonit lagi

Kemudian aku membalas komen tapi cuma dalam batin.., nggak sampai ngetik.., karena terlalu private, "Ora maido Jo.., aku biyen pas terhempas saka Daftar Calon Tetap-e mantan pacarku kae yo mutah-mutah kok Jo..., 3 dina ora doyan mangan.." (aiihhhhh.. mripatku kok mbrebes meneh)

Wah amsyong brooo, ra sido melu nunut mongkog iki ..!!

Minggu, 23 September 2018

Hot..

Sesuatu yang hot selalu menarik antusiasme siapa saja.., karena sesuatu yang hot selalu akan menjadi pemancing kegembiraan, gairah, semangat dan timbulnya antusias, memang kadangkala semangat, antusias itu mesti dipancing.., dirangsang..

Makanya dalam kesempatan orang yang sedang punya hajatan misalnya diperlukan tontonan yang menggembirakan agar semangat dan antusias yang punya hajat bisa menular kepada semua tamu yang hadir, salah satunya dengan cara nanggap dangdut koplo misalnya..

Dengan dangdut koplo memang energy ketertarikan akan tercurah penuh diarea tontonan, yang punya masalah ya sejenak akan lupa masalahnya, yang punya kreditan lupa kreditan-nya, yang tua lupa kalo sudah tua.., ke-hot-an dangdut koplo diharapkan mampu mengembalikan semangat dan antusias yang terkadang kempes oleh romantika hidup, dalam ritme dangdut koplo yang tidak bisa ditolak, mau tidak mau terpaksa harus menggoyangkan kepala, kaki atau minimal jempol..

Tapi selain dangdut koplo sekarang ini ada yag lebih hot.., kampanye..!!, ya kampanye dengan seluruh isu-isu bahan kampanye yang saling dilemparkan antara dua kubu yang sedang berkompetisi, sungguh luar biasa bisa menyedot seluruh antusiasme bagi yang mengikutinya.., sampai-sampai saking serunya bisa tidak ada waktu kesudahanya, sambung menyambung berjilid-jilid tanpa ada masa kadaluarsanya.., utamanya di dunia maya.

Namun bagi saya untuk menumbuhkan semangat ke-hot-an itu tidak selalu harus menyaksikan dangdut koplo atau larut dalam hiruk pikuk perang nyinyiran dikampanye.., hot itu cukup dengan nasi goreng pedas plus teh manis panas.. jamin langsung hottt !!, langsung semangat!!, langsung antusias !!

Sabtu, 22 September 2018

Sabtu.., hari dansa hari angon bocah..

hari ini sabtu tanggal 22 September 2018.., satu hari setelah pengumuman resmi dari KPU tentang pasangan resmi Capres dan Cawapres 2019, sekaligus sebagai penanda resmi dimulainya hari-hari kampanye bagi pasangan Capres Cawapres berikut gerbong pendukungnya, meski sejatinya kampanye sudah dimulai oleh para pendukungnya sejak jauh-jauh hari di medsos.., hiruk pikuk yang sungguh menghibur.., bahkan terkadang saya ikut tersedot dan ikut nyebur dalam hiruk pikuk itu.., saat ikut nyebur itu terasa loncatan-loncatan listrik di otak lebih padat intensitasnya.., adrenalin juga terpacu, meski begitu sebetulnya saya ingin tetap menjaga jarak untuk tidak terlalu terikut arus yang saling berlawanan itu..

Hari ini jika bagi para pendukung kedua pasangan capres cawapres pasti adalah hari yang sibuk dengan dimulainya hajatan kampanye bagi mereka.., tapi tidak dengan saya, seperti biasanya hari sabtu.., meski secara resmi kantor libur tetapi saya tetap kekantor, sebenarnya hanya untuk bekerja yang ringan-ringan saja bobotnya, kadang hanya ngobrol dengan tim yang terkadang juga ada yang ikutan datang karena memang datang dihari sabtu bukan suatu keharusan.., tapi terkadang juga tidak melakukan apapun dikantor.., ritual sabtu ini bagi saya lebih untuk melatih dan menekankan pada mental saya agar keluar dari zona nyaman sebagaimana dahulu semasa masih bekerja sebagai karyawan di perusahaan yang mapan., saya berpendapat bahwa ada baiknya dalam set up sebuah usaha baru juga di-ikuti set up pikiran, kebiasaan dan mental kita..

Datang dengan style baju lebih keseharian yang lebih nyantai, rileks dan tidak formal..,  juga jam datang dan pulang sesuka mood.., dan sering saya mengajak anak-anak saya, seperti hari ini ketiga anak saya ikut kekantor semua.., biasanya hanya yang paling besar yang ikut.

Namun ya seperti biasanya membawa anak-anak ya ada saja kerempongan kerepotan yang ditimbulkan, ada saja pokoknya.., ya namanya angon bocah.., seperti yang barusan saja terjadi saat saya menulis ini, tiba-tiba Henry anak saya yang baru umur 3 tahun teriak dari tangga kantor saya.. "Ayahhhh.., mau pipis !!!"

Jumat, 21 September 2018

CG Pandawa

Dua tahun setengah barangkali waktu yang belum terlalu lama menurut ukuran membangun sebuah perusahaan konvensional.., umumnya memerlukan waktu 5 tahunan untuk mencapai kondisi yang bisa dikatakan mapan.., settle.., dengan mengecualikan perusahaan berplatform digital seperti yang sedang boom-boomnya saat ini..., kalo dirasa-rasa sungguh hati ini sangat iri dan sungguh kepingin kalo melihat anak-anak muda jaman sekarang yang dalam hitungan waktu sekejap bisa melambungkan bisnis start up-nya menjadi melejit..., tiba-tiba gede.., tiba-tiba menghasilkan uang banyak.., tiba-tiba menjadi menjadi perusahaan yang settle.., sungguh rasanya tiba-tiba badan ini terasa tua detik itu juga ketika melihat kiprah mereka.., jan ngedap-edapi tenan !!!

Mengawali tahun 2016, dipertengahan bulan dua tahun itu, dengan ucapan bismillah.., dengan modal kepercayaan dari seorang investor dan jaminan dari seorang teman yang rela menjaminkan dirinya untuk ikut mengawal berdirinya sebuah usaha kontraktor..., kontraktor telekomunikasi, usaha yang jika dilihat dari era waktu saat ini termasuk usaha konvensional karena lahir bersamaan dengan era lahirnya perusahaan digital..., ning yo wis ben-lah.. isane yo mung gawe sing model konvensional ngene iki kok...

Dan perusahaan baru itu namanya :

Usaha model konvensional begini sebetulnya gampang gampang susah.., gampangnya karena banyak model, pola dan contoh yang sudah ada.., masalahnya pun sebetulnya ya itu-itu saja..., kalo tidak masalah tim ya masalah cashflow.., meski banyak kejadian yang sering terdengar di bisnis model begini namun tidak urung banyak juga yang kejeblos dimasalah yang sama, sebetulnya bukanya mereka itu..., si perusahaan baru itu,  tanpa antisipasi dan belajar dari case orang lain, namun terkadang memang kondisi yang ada begitu unik, yang mau tak mau keadaan atau masalah itu tak bisa terhindarkan.

Case bubarnya tim yang sudah susah payah dibangun.., yang biasanya memang sering terjadi di perusahaan yang baru mulai jalan dikarenakan memang system dan kemampuanya masih terbatas.., kadang ya terbatas budget alokasi untuk segala yang terkait dengan kekaryawananya tapi juga terkadang terbatas sumberdaya yang mengurusnya..., misal tentang tetek bengek legalitas kekaryawanan, tenaga kerja dengan seluruh aspek jaminan-jaminan yang menyertainya.., biasanya hal itu masih minim dan kadang bahkan belum bisa mengadakan, disinilah sering menjadikan deviasi antara harapan karyawan dan kenyataan kemampuan perusahaan yang menyebabkan turn over atau bahkan bubarnya tim karja yang telah terbangun.
Case lain yang tidak kalah sering adalah masalah gangguan putaran cash flow yang kurang baik karena molornya pembayaran dari pemberi kerja, tertipu, atau karena terlalu ketatnya perencanaan cash flow misalnya.., sebetulnya ketatnya perencanaan cash flow itu baik untuk perusahaan yang masih baru karena dengan perencanaan yang baik bisa mengefisienkan capital, artinya dengan pengaturan yang ketat menjadikan tidak memerlukan capital yang besar untuk menggerakan beberapa proyek sekaligus.., tapi ya itu.., ketika bertabrakan dengan kondisi tak terduga maka biasanya system gagal mendeteksi kejadianya.. dan langsung down karena tidak ada back-up.., lalu berikutnya yang terjadi adalah efek domino, molornya pelaksanaan satu proyek menyebabkan molor pula seluruh rencana budgeting nya, yang artinya juga berarti molornya penyelesaian proyek-proyek lain yang sedang dikerjakan saat itu.

Tapi memang dengan adanya kegagalan-kegagalan itu menjadikan pendewasaan, setiap orang yang terlibat dalam tim itu akan menjadi awas dan waspada pada kejadian-kejadian berikutnya.., ketika ke waspadaan itu menjadi bagian yang sudah nge-blend didalam system itu akan menjadikan sebuah instrumen penting bagi perkembangan berikutnya.., artinya mulai saat perusahaan itu sudah dilengkapi dengan risk managemen yang memang diperlukan dalam pertumbuhanya kelak.

Ada seni dan kepuasan tersendiri ketika tahap demi tahap dilalui dan menyaksikan terus berproses.., karena ternyata proses itulah yang akan melengkapi apa-apa yang diperlukan sebagaimana perkembangan seorang bayi yang secara terus menerus dilengkapi keperluanya selama proses berlangsung dalam pendewasaanya.., mulai tumbuh gigi ketika si bayi siap dengan asupan makanan yang lebih kasar, kemudian menguatnya kaki ketika badanya telah siap untuk berjalan.., maka sejatinya keseluruhan keadaan itu adalah bagian-bagian kecil yang terangkai dan terus menerus sambung menyambung dan akan terus berproses tanpa henti.., maka mensyukuri selama berjalanya proses itu dengan tetap menikmati setiap keadaanya adalah sebuah sikap menghargai diri sendiri dan juga itu berarti memberi reward sepantasnya untuk diri sendiri.., meski reward itu hanya dengan sebuah sikap menerima apa adanya.., apapun pencapaianya, itu juga merupakan reward yang special bagi diri sendiri, jangan memberi punishment berlebihan kepada diri sendiri dengan merasa gagal.

kita harus berdamai dengan diri kita sendiri...

Keminggris

Menawa dakgatekake saiki kok samsaya akeh priyayi sing sejatine ya wong indonesia tulen, praupane ya praupan wong Indonesia, sandhang penganggone ya sandhangan cara Indonesia, lagak lageyane ya ketoke Indonesia…, nanging yen madhongi pidhato kok banjur kemingris.., basane dicampur-campur basa Inggris…, ya sekjane apik-apik wae yen upamane ing sajerone apa kang arep dibabarake kuwi ora nemu kosa kata ing basa indonesia.., lha yen kang mengkono kuwi banjur nganggo kosa kata basa Inggris pancen wis satrep-e kudu diucapake sarana kosa kata basa Inggris.., karang jamane ya pancen jaman globalisasi…, nanging yen mung amarga kepingin ketok keminggris banjur gaya omongane di-inggris-inggrisne kok rasa-rasane ngrungokne malah marakne eneg krasa kepingin mutah..
Pak..Pak.. gayamu kemringgis, biasa wae malah ketok ngganteng sampeyan Pak.., gaya keminggris-e sampeyan malah njalari ketok kurang Natural.., kurang Original lan sajak kaya someone who has crisis of identity..

Antawis toya kalawan lisah

Ing antawisipun perkawis ingkang utami, sae, leres kalawan perkawis ingkang nistha, awon, lepat punika sayektinipun sampun saged ketingal kanthi gamblang terang cetha wela-wela kadosdene cethanipun ing antawis toya kalawan lisah, boten badhe saged kempal campur tetunggalan salami-laminipun, andekpuna dipunworaken wonten satunggal wadhah.
Pramila ing babagan punika sampun wonten kikis utawi let-letanipun ingkang dados wates galeng pundi perkawis ingkang sae saha pundi perkawis ingkang awon.
Wewaton tansah ngreksa penggalih ingkang wening saha ngudi raos jejeging adil, nebihi hardaning manah, ubaling nepsu mila boten lidok kekalihipun badhe gampil anggenipun milah-milahaken.


(Dubin 18092018, ing wayah Lerem Wong /jam 10 dalu, dinten Selasa Legi, 7 Sura taun Be 1952.)

Kamis, 20 September 2018

Keladuk micara, kurang duga ing panyaruwe

Jaman saiki ombyaking kamardikan pribadi ing bab babar panemu prasasat kaya tanpa wates, babagan kang ing mangsa kepungkur tangeh lamun isa kelakon, apa maneh sasuwene ana teknologi jejaring internet lan media sosial kepara angel selak saka gepok senggol rerambahan ing jagad maya, kang wis dadi wahana sesrawungan, rerembugan, weneh kekabaran ing antarane kanca rowang.
Kekancan ing jagad maya uga ora mligi amung kanca rowang ing panggonan caket sakiwa tengen utawa kang kerep kepethuk ing sabendinane nanging malah ora mokal isa sesrawungan karo pawongan anyar ing jaban rangkah kang adoh saka panggon sesrawungan sabendinane.
Wis kaya ora nganeh-anehi kepara bab kang lumrah ing media sosial saben pawongan duweni panemu, gagasan kang ana kalamangsane geseh antarane siji lan sijine kang dadekake udreg usrek eyel-eyelan rebut bener karo kanca rowange ing media sosial.
Sajane ora ana alane duweni panemu utawa gagasan kang beda, jer pancen jejere manungsa ngono mesthi duweni penemu kang beda-beda, seja sirah seje sing diangkah, mulane bab udreg usreg-e manungsa mengkono wus dadi kodrate alam donya, wis dadi garis pesthine Gusti Allah.
Sanajanta mengkono samesthine ana unggah-ungguh, tata krama lan timbang rasa mangsakala atur panyaruwe aja nganti keladuk kebablasen ngudi benere dhewe, ngudi menange dhewe, rebutan bener kang ora ana jluntrungane nganti nglirwakake bebener kang sayekti.
Mbat-mbatan rembug asung eguh pertikel mengkono menawa adhedhasar angkahan amrih prayoga lan tentreming bebrayan agung mesthi nuwuhake guna miguna kang gedhe tumrap sakabehane.

rak ya ngono ta Jrenggg ???

Rabu, 29 Agustus 2018

Estha tunggal muluking lar

Pencapaian Indonesia dalam perhelatan Asean Games 2018 sungguh patut untuk diapresiasi..., sebagai hasil dari kebulatan tekad dan kehendak bersama-sama seluruh insan Indonesia untuk terbang tinggi membuktikan prestasi dikancah dunia olah raga.., inilah bukti kekuatan optimisme..

Prestasi ini akan memberi tanda bahwa ditahun 2018 ini kita sukses meraih prestasi yang baik melebihi target yang dicanangkan..., sungguh luar biasa..., maka saya menandai.., menggambarkan kejadian ini dalam suryasengkala "Estha Tunggal Muluking Lar" 
Estha = Kehendak, berwatak / berlambang angka 8 
Tunggal = Satu, berwatak / berlambang angka 1
Muluk= Terbang, berwatak / berlambang angka 0
Lar = Sayap, berwatak / berlambang angka 2
Terjemahan bebasnya kira kira "kehendak dan tekad yang bulat menyatu untuk terbang tinggi"

Selain rangkaian kata-kata tersebut mempunyai arti dan bertema yang inline dengan hajatan nasional asian games saat ini., kata-kata itu juga mempunyai makna angka 8102, yang dalam pakem membaca suryasengkala adalah dari belakang..., menjadi 2018, Suryasengkala adalah pengungkapan penanggalan ala budaya jawa jaman dahulu, sebagaimana yang ada dalam prasasti-prasasti atau naskah kuno, dahulu para penulis jawa dalam menuliskan sebuah petunjuk tahun pembuatan suatu karya tulisan baik itu atau sebuah cerita mengabadikan sesuatu kejadian misalnya tidak ada angkanya namun berupa kata-kata yang memiliki makna atau perlambang jika diartikan akan menunjukan sebuah deretan angka.

Bedanya perhitungan penanggalan berdasar putaran bulan maka disebut Candrasengkala misalnya tahun saka, tahun hijriyah sedangkan penanggalan yang perhitunganya berdasar putaran terhadap matahari seperti tahun masehi disebut Suryasengkala.