Rabu, 29 Agustus 2018

Estha tunggal muluking lar

Pencapaian Indonesia dalam perhelatan Asean Games 2018 sungguh patut untuk diapresiasi..., sebagai hasil dari kebulatan tekad dan kehendak bersama-sama seluruh insan Indonesia untuk terbang tinggi membuktikan prestasi dikancah dunia olah raga.., inilah bukti kekuatan optimisme..

Prestasi ini akan memberi tanda bahwa ditahun 2018 ini kita sukses meraih prestasi yang baik melebihi target yang dicanangkan..., sungguh luar biasa..., maka saya menandai.., menggambarkan kejadian ini dalam suryasengkala "Estha Tunggal Muluking Lar" 
Estha = Kehendak, berwatak / berlambang angka 8 
Tunggal = Satu, berwatak / berlambang angka 1
Muluk= Terbang, berwatak / berlambang angka 0
Lar = Sayap, berwatak / berlambang angka 2
Terjemahan bebasnya kira kira "kehendak dan tekad yang bulat menyatu untuk terbang tinggi"

Selain rangkaian kata-kata tersebut mempunyai arti dan bertema yang inline dengan hajatan nasional asian games saat ini., kata-kata itu juga mempunyai makna angka 8102, yang dalam pakem membaca suryasengkala adalah dari belakang..., menjadi 2018, Suryasengkala adalah pengungkapan penanggalan ala budaya jawa jaman dahulu, sebagaimana yang ada dalam prasasti-prasasti atau naskah kuno, dahulu para penulis jawa dalam menuliskan sebuah petunjuk tahun pembuatan suatu karya tulisan baik itu atau sebuah cerita mengabadikan sesuatu kejadian misalnya tidak ada angkanya namun berupa kata-kata yang memiliki makna atau perlambang jika diartikan akan menunjukan sebuah deretan angka.

Bedanya perhitungan penanggalan berdasar putaran bulan maka disebut Candrasengkala misalnya tahun saka, tahun hijriyah sedangkan penanggalan yang perhitunganya berdasar putaran terhadap matahari seperti tahun masehi disebut Suryasengkala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar