Senin, 24 September 2018

Konektivitas antara demam adem panas dengan DCT..

Di grup alumni sekolah STM kami ada salah seorang yang tahun ini ikut dalam perhelatan demokrasi pileg pilpres 2019, kami semua pun sejatinya dapat dipastikan juga ikut dalam perhelatan nasional itu, tetapi ada perbedaan antara kami dan teman kami itu.., kalo kami hanya sebagai pemilih yang datang ke TPS, nha kalo teman kami itu selain sebagai pemilih juga ingin di pilih sebagai Calon Legislatif 2019.., dicobloss..

Kami semua mendukung.., memperkuat semangatnya, ikut urun rembug ikut urun sembur (baca: pertimbangan) meski tidak bisa urun uwur (materi, modal), ikut nyengkuyung apa yang menjadi hasratnya melenggang ke Senayan.., wuihh tentunya jika hal itu kelak menjadi kenyataan paling tidak kami ikut bangga..,ikut merasa hebat.. bisa cerita ke teman-teman kami dilingkungan yang bukan alumni.. "eh.. Bejo sing dadi DPR kae konco sak kelasku biyen.." tentunya saat mengatakan itu ada perasaan mongkog yang menyertainya.., ada perasaan hebat terikut didalamnya.

O..iya teman kami itu nama femes-nya (baca: Famous) Bejo.., aslinya namanya bukan Bejo.., tapi kami lebih merasa akrab, manteb dan lebih terasa intim dengan panggilan Bejo.., meski sekarang inipun sebetulnya Bejo sudah jadi wong top, dudu wong baen-baen meneh..., wong sukses tapi tetep saja kami lebih merasa intim dengan memanggilnya dengan panggilan Bejo.., yang barangkali karena sebutan itupula nasibnya menjadi selalu Bejo, bukankah nama adalah bagian dari doa.., semoga Bejo selalu dalam keadaan bejo.. (Aamiin)

Tanggal 22 September 2018 kemarin adalah hari pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) dari KPU, kami... eh saya maksudnya..., ikutan tratapan harap-harap cemas menantikan kabar masuk tidaknya Bejo dikualifikasi awal sebagai penanda sebagai peserta yang akan dicoblos pada 17 April 2019 kelak.., kalo saya saja yang hanya penggembira merasa deg-deg an apalagi Bejo, pastilah bukan deg-deg an saja tapi dapat dipastikan ada tambahan "..sir" menjadi deg-deg-sir menunggu hasil pengumuman namanya tercantum dalam daftar yang dirilis hari itu, bagaimanapun usahanya sudah pooll pooll-an untuk hal ini.., arang-arang turu.., nyengkut leh prihatin..

kemudian akhirnya kabar itu datang.., di grup alumni kami.. "Alhamdulillah namaku di DCT tidak masuk.." 

Makprepet... rasanya ada bagian dalam rongga di dada yang ikut kempes saat itu.., ada sesuatu yang tiba-tiba hilang.., entah apa namanya itu.., hanya terasa ada yang hilang, ada yang susut.., barangkali saja andai detik itu badan ini ditimbang pasti angka ditimbangan saya ikut berkurang.., bukan 73  kilo lagi.. (halahh lebay...)

Namun ada usaha menetralisir suasana dari teman kami.., Sonit., layak diapresiasi usahanya..., dengan komen  candaan ringan :

"Kurang Sajen.."

"Mbahmu kiperrrrr.." timpal Bejo kemudian

Meski telah berusaha dinetralisir tak ayal hari itu grup jadi terasa sepi.., terasa suwung.. barangkali penghuni lain dalam grup alumni kami itu juga merasakan hal yang sama.., tercermin dari ada suasana suwung hari itu.., sebagaimana suwungnya pengharapan kami memiliki teman di Senayan..

selang sehari kemudian saat nimbrung dalam obrolan di grup Bejo komen menyaut komenan Sonit..

"Lagi meriang., adem panas Nit.., Flu mata berkunang-kunang" Komenan Bejo,

"Efek nyaleg 😀.." balas Sonit lagi

Kemudian aku membalas komen tapi cuma dalam batin.., nggak sampai ngetik.., karena terlalu private, "Ora maido Jo.., aku biyen pas terhempas saka Daftar Calon Tetap-e mantan pacarku kae yo mutah-mutah kok Jo..., 3 dina ora doyan mangan.." (aiihhhhh.. mripatku kok mbrebes meneh)

Wah amsyong brooo, ra sido melu nunut mongkog iki ..!!

1 komentar: