Layaknya negeri tercinta ini.., tempo dulu dalam masa perjuangan yang harus melalui masa-masa krisis, masa-masa sulit serba dalam kondisi prihatin dan terbatas, seakan sulit dibayangkan jika dilihat dari sudut masa kini, namun begitulah happy ending cerita negeri ini, semua penderitaan dibayar lunas oleh berkah nikmat kebebasan dari penjajahan..., sebuah kemerdekaan...
Demikian juga jika kita berbicara soal organisasi yang pada mulanya berada pada level perjuangan yang pada akhirnya menjadi pemenang di hari-hari kemudian, ini tidak mengherankan karena sesuatu yang masih berada pada level perjuangan biasanya mempunyai semangat yang lebih militan dan luar biasa tahan siksaan keadaan.
Namun banyak juga contoh sesuatu yang masih pejuangan yang karena tidak tahan terhadap siksaan keadaan akhirnya meleleh semangatnya, gembos militasinya.. dan kandas nasibnya..., ya memang tidak mudah melalui masa perjuangan itu, dibutuhkan setidaknya semangat yang membaja tidak kenal ciut hanya karena gertakan kondisi maupun tempaan keadaan yang kadang terasa sadis.
Organisasi yang mampu melewati masa perjuangan ini tentu layak mendapatkan applause dan layak ditiru effort yang telah mereka lakukan, tentulah ada formula umum yang bisa diambil untuk menjadi pelajaran bagi kita, setidaknya ada beberapa formula yang sama diantara mereka yaitu :
1. Visi
Meski mereka belum merumuskan visi misi secara tertulis layaknya organisasi mapan pada umumnya, biasanya mereka para anggota organsasi memiliki cita-cita bersama yang jelas namun tidak muluk-muluk, mereka menikmati kemajuan meski itu adalah kemajuan dalam tahapan-tahapan kecil, setiap tahapan mereka kembali mengecek searah atau tidaknya dengan cita-cita, mereka akan selalu me-maintaince visi mereka setiap saat.
2. Koordinasi teradaptasi
Tidak semua organisasi level perjuangan telah memiliki struktur organisasi yang lengkap dan jelas, tidak jarang anggota organisasi memiliki fungsi ganda atau berganti-ganti posisi sesuai keadaan yang diperlukan, tidak jarang seorang pemimpin organisasi harus mem-fotocopi sendiri atau bahkan merangkap menjadi kurir, itu sesuatu yang jamak dan lumrah bahkan barangkali itu menjadi salah satu kekuatan mereka, organisasi tidak terjebak oleh sekat-sekat birokrasi kaku, semua melakukan apa yang diperlukan saat itu untuk goal yang mereka telah tetapkan saat itu.
Namun meski terlihat tidak beraturan dan serabutan namun sebetulnya tetap terkoordinasi, karena semua bentuk ketidak beraturan tersebut telah dikomunikasikan di saat itu dan detik itu sehingga biasanya anggota organisasi terlatih dan teradaptasi menempati fungsi dan pos tertentu di waktu tertentu, mereka tida meributkan soal status dan posisi "siapa gue siapa elu".
3. Kecakapan kerja
Anggota organisasi rata-rata memiliki kecakapan kerja yang meskipun tidak tinggi namun mereka memiliki skill yang diperlukan oleh organisasi itu, anggota yang kurang memiliki skill atau tidak terbiasa dengan kondisi serabutan, biasanya tidak akan bisa bertahan lama dan ter-eliminasi oleh waktu terutama disaat-saat kondisi sedang sadis-sadisnya, yang selain memerlukan kekuatan skill juga kekuatan mental yang memang benar-benar tahan uji.
Dan tentu ada lebih banyak lagi detail-detail formula yang penting dan barangkali menentukan, namun secara umum poin-poin diatas dari sudut pandang saya adalah poin umum yang bisa saya sampaikan dalam uraian sekilas ini.
Monggo..., barangkali ada yang mau menambahkan poin-poin berikutnya dapat menuliskan dikolom komentar, anggaplah 3 poin diatas hanya sebagai pancingan buat sampeyan semua dalam menambahkan lagi poin formula organisasi level perjuangan dalam tulisan ini.
(Ciater, 22092017)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar