Kamis, 23 April 2015

Nyandu Running Trade

Ah tidak terasa ternyata besok sudah hari Jum'at, bagi kaum karyawan hari Jum'at bisa dibilang hari dansa sedansa-dansanya dibanding 4 hari kerja lainnya, tidak ada hari indah seindah hari Jum'at apalagi kalo sudah Jum'at sore atau nyaris sore, wuiiiiisss ra umum rasanane.

Entah esok hari sabtu atau minggu sudah ada sebuah rencana acara atau belum pokoknya kalo hari jum'at sore itu pikiran dan hati akan ada nuansa rasa yang nyaris plong, nuansa rasa kebebasan sudah dekat atau semacam ada harapan yag nyaris terbalaskan, ini sungguh luar biasa, dan bahkan letak seluruh rasa yang membuncah itu sebetulnya karena ada kata "nyaris" itu.

Muka-muka tegang tiba-tiba sedikit demi sedikit akan melumer berganti warna, aliran darah kembali mengalir normal, nada suara juga sedikit agak mendekati frequensi rendah dan pendek kata ada perubahan yang kentara, meski tidak mendadak namun berangsur.

Ya ini sih memang wajar saja sebab default nya yang namanya manusia itu penuh kasih sayang dan cinta, kalopun terkadang terlihat penuh ambisi, terlihat kaku dan sok bossy itu karena desakan berbagai keadaan, ada yang karena tuntuntan target atau mungkin bahkan tuntutan profesi, lho ada lho ya dalam beraktivitas seseorang harus bersikap kaku dan bossy, justru dengan itu terkadang sesorang bisa dibayar mahal.

Lha tapi kok saya agak heran dengan saya sendiri setiap mendekati weekend, kok ada yang hilang dari diri saya, ada yang kurang, setelah saya rasa-rasakan akhirnya ketemu, ya rasa sumringah tiap jum'at sore itu yang hilang, wa wis ciloko tenan iki.., lha kok semenjak sudah resign dari menjadi orang kantoran sensasi jum'at sore nya juga ikut resign hilang dan bahkan berbalik arah menjadi semacam rasa resah, galau atau rasa nglangut seperti ditinggal pacar setiap mendekati weekend dan cilakanya merindukan hari senin lagi.., merindukan weekday lagi.

Apa gerangan yang terjadi ? pikir saya, ini jelas sesuatu yang nganeh anehi, sesuatu yang lain dari kebiasaan, sesuatu yang ngowah owahi adat dan rasanya harus segera saya adakan penyelidikan dan interogasi terhadap pikiran saya ini, jangan sampai  rasa kurang ajar ini mbalelo melakukan kudeta terhadap rasa damai dan toto titi tentrem dalam pikiran saya.., ndak bisa !!!!, ini harus segera ketemu sebab musababnya.

Maka saya bertekad untuk olah rasa, berkontemplasi beberapa saat setiap menjelang tidur dengan memilah dan memisah apa saja yang terjadi pada saat weekday dan apa saja yang terjadi pada weekend sebagai bentuk penyelidikan atas hal aneh yang menghinggapi perasaan saya ini yaitu suatu kejanggalan yang saya sebut sebagai sindrom galau weekend rindu weekday.

Weekday
Rutinas harian saya sebagai pria yang pekerja keras, bertanggung jawab dan tidak sombong saya bekerja sebagai trader pertikelir, nha detail pekerjaan saya biar sampeyan semua tahu pagi teng mengantar anak saya ke sekolah (sudah saya bilang diawal saya ini ayah yang bertanggung jawab dan mrantasi) kemudian menyalakan komputer melakukan evaluasi selanjutnya sepanjang hari itu mata saya akan mlototi running trade di layar komputer di temani segelas besar teh di pagi atau kopi di sore hari, disela-sela semua itu saya kadang bermain dengan anak-anak saya kalo mereka sudah pulang sekolah.
perpaduan antara gerakan running trade, renyah suara anak saya dan segelas teh atau kopi ini sungguh saya rasakan sebagai perpaduan yang kompak dan mampu menarik seluruh antusiasme saya dan sungguh menyenangkan

Weekend
Sebetulnya kegiatan weekend juga seperti weekday, main dengan anak, suguhan teh atau kopi juga selalu cumawis, nanam taneman atau kadang antar istri belanja.
Tak dapat dipungkiri ini sungguh kegiatan yang sangat menyenangkan.

Setelah saya timbang timbang dari kedua waktu dalam satu minggu ini sama-sama menyenangkan namun ternyata ada satu hal yang membedakan diantara dua waktu tersebut yaitu semua hal di weekend bisa saya lakukan di weekday (dengan sedikit pengaturan) namun ada hal yang hanya bisa saya lakukan di weekday dan tidak di waktu weekend...., yaitu melihat running trade.

Nha kongklusi dari seluruh penyelidikan mengenai perasaan aneh, resah,galau dan nglangut di menjelang weekend sudah ketemu.., ternyata saya kecanduan running trade.., oalahhh... ternyata running trade lebih nyandu daripada nikotin sampurna mild #kok iso yo ???






2 komentar:

  1. Waktu yang akan menguji Sur, aktivitas sering dianggap sebagai laku untuk memenuhi kebutuhan, padahal kadang aktivitas itulah kebutuhan itu sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yo setuju, ning ngomong ngomong review ne piye ? isih gruthal grathul ki soale ngeblog e, iki lagi ngeshare neng kowe thok hehehhehe

      Hapus