Melik nggendong lali..., kata Melik secara harfiah artinya keingianan yang menggebu-gebu untuk memiliki apa yang dimiliki orang lain atau pendeknya adalah sebuah sifat serakah terhadap hak milik orang lain, sedangkan Nggendong lali secara harfiah artinya membawa lupa atau membawa ke-alpha-an atau menurut saya lebih pasnya adalah membawa kekhilafan, jadi arti secara kalimat berarti sifat serakah dan keinginan memiliki hak orang lain yang biasanya membawa pula kekhilafan didalamnya.
Bisa dikatakan kedua sifat tersebut jika hadir dalam satu paket maka menjadi sebuah sifat yang saling melengkapi daya rusaknya terhadap moral jiwa manusia karena sebuah keserakahan dan dilengkapi sebuah kekhilafan maka hampir bisa dikatakan semua aturan pasti akan ditabrak dan berbagai petuah kata bijaksana hanya akan dianggap sebagai suara tawon yang berisik dan sedikitpun tidak akan disinggahkan di celah-celah gendang telinganya, obyek keserakahan yang paling sexy kalo tidak soal harta ya kekuasaan.., memang dua hal itu yang menjadi kutukan bagi umat manusia.
Para bijaksana jawa jaman dahulu telah mewariskan kata-kata bijak sebagai pegangan yang jika direnungkan akan menjadi semacam pangeling-eling (sesuatu untuk di-ingat) berupa paduan kata ringkas yang mudah di-ingat, enak didengar serta gampang diucapkan dalam satu tarikan nafas..., melik nggendong lali.
Sungguh piawai para bijaksana jaman dahulu dalam meracik sebuah kalimat, padat tapi jika dijabarkan mampu mengisi setiap sisi-sisi perilaku dan lekuk batin manusia, bisa memenuhi nilai kebijaksanaan yang ingin dituju, maka sungguh naif kiranya jika nilai-nilai kebijaksanaan seperti ini apabila tidak diuri-uri sehingga bisa hilang muspro (musnah) ditelan peradaban luar yang memang lebih nge-pop, ngetrend dan membius namun dangkal dari makna-makna wulangreh jiwa (wulangreh = tuntunan, pendidikan).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar