Selasa, 21 April 2015

Ketidakpuasan

Ya bener memang apa yang sering kita dengar bahwa manusia itu susah untuk puas.., puas dalam arti puas yang klimaks nya adalah rasa tentrem ayem, sumeleh, nrimo ing pandum (Tentram, bertawakal menerima segala takdir)

Satu sebab yang membuat seakan kita tidak merasa puas sesungguhnya terletak pada setelan/setting pikiran dan hati kita.., ya sejatinya semua kembali lagi pada kita sendiri, kalo pingin gampang puas ya setelan pikiran harus agak kendho, agak slow, pasti gampang puas.

Puas sebenernya tidak melulu harus terturuti seluruh apa yang menjadi keinginan tapi lebih pada bagaimana hati kita mengolah setiap keadaan, bagaimana hati dan pikiran merespon keadaan diri dan sekitar kita, tidak mudah memang tapi ya memang harus berusaha untuk menghadirkan rasa puas itu dengan cara memberi ruang toleransi yang cukup agar bisa menerima apa yang tidak sesuai harapan.

Lalu ketidakpuasan sejatinya bagai pisau bermata dua, bisa membunuh namun juga bisa "menghidupkan" hidup, lho lir e piye kok iso ngono ? (lho duduk perkaranya gimana kok bisa begitu ?)  Ya iya..., ketidakpuasan bisa membunuh jika tidak terkontrol, tidak terkendali bahkan bisa menjadi penunggang gelap dalam hidup kita, menyetir kita dan menutup akal budhi kita, apa nggak cilaka kalo sampai begitu ?, contohnya banyak di sekitar kita, sering diberitakan di tv seorang anak menganiaya orangtuanya sebab tidak puas dengan pembagian jatah warisan atau yang lebih aneh lagi seorang pemabuk mengoplos minuman keras dengan autan karena kurang puas/kurang nampol dengan minuman keras standart. hasilnya ? ya koit lah.., nha itu contoh ketidakpuasan yang merusak atau membunuh, lha kalo ketidakpuasan yang "menghidupkan" hidup ya misalnya saya punya penghasilan dari trading trus rasanya kok kurang puas dan pingin lebih banyak penghasilan trus ngingu tuyul disela nganggur berencana mau nambang cari emas, itu kan positif dan menjadikan ketidakpuasan sebagai pemicu inovasi atau ide kreatif, nha see ? seperti apa yang saya lakukan itu tadi, itu contoh ketidakpuasan yang baik yang "menghidupkan" hidup, begini begini saya ini kan sering laku meditasi jadi gerak pikiran itu dibawah kendali saya, ga mungkin akan terkecoh dengan ketidakpuasan yang menguasai pikiran, sudah terlatih saya#Pretttt..

Akhir kalam monggo para pembaca yang budiman jangan tertipu oleh ketidakpuasan dalam pikiran sampeyan, kalo sampeyan semua termasuk generasi 80' atau 90'an tentu masih teringat kata-kata bijak dari penjenengan ndalem (beliau yang layak dihormati) Pak Harto kan ?, itu lho... "sak bejo bejone wong kang lali isih bejo wong kang eling lan waspodo" (seberuntung apapun orang yang lupa, masih beruntung orang yang selalu tersadar dan waspada), ketidakpuasan yang tidak terkendali sejatinya adalah manifestasi dari lupa akibat alpa-nya seseorang dari menjaga pikiranya sendiri.

Tapi kalo membahas masalah ketidakpuasan saya jadi ingat sewaktu rebutan pacar, rasanya masih sakit meski dulu sempat nonjokin orang yang ngrebut pacar saya itu, di santet aja apa ya biar plongg !!.#grrrhg




Tidak ada komentar:

Posting Komentar